PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Saham Unggulan Bergerak Positif, IHSG Ditutup Menguat

Best Profit Futures – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di level 4.700-an setelah naik 26 poin. Saham-saham unggulan jadi incaran investor. Menutup perdagangan awal pekan, Senin (15/2), IHSG naik 26,333 poin (0,56%) ke level 4.740,726. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat 5,713 poin (0,69%) ke level 831,056.

Tercatat, delapan indeks sektoral berhasil menguat, hanya dua yang melemah yaitu industri dasar dan aneka industri. Investor asing kembali menaruh investasi di pasar modal. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net sell) senilai Rp 146,301 miliar di seluruh pasar.

Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 35,39 poin (0,75%) ke 4.749,29. Penguatan IHSG sejalan dengan bursa-bursa Asia. Indeks bertahan di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham unggulan jadi incaran investor. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 23,176 poin (0,49%) ke 4.737,569. Aksi beli menahan IHSG tetap bergerak di jalur hijau. (Best Profit Futures)

Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini ada di level 4.749. Saham-saham komoditas melesat paling tinggi hari ini. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.367 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.485. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.131 kali dengan volume 4,264 miliar lembar saham senilai Rp 5,281 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 119 turun, dan 73 saham stagnan.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.300 ke Rp 107.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 61.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 725 ke Rp 17.375, dan Tigaraksa (TGKA) naik Rp 640 ke Rp 3.390.

Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Jasa Marga (JSMR) turun Rp 400 ke Rp 5.775, Link Net (LINK) turun Rp 230 ke Rp 2.920, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 125 ke Rp 10.750, dan Baramulti (BSSR) turun Rp 120 ke Rp 1.080.(Best Profit Futures)

Di sisi lain, rata-rata bursa Asia menutup perdagangan dengan positif sore ini. Pasar saham Jepang melesat tinggi gara-gara penguatan nilai tukar yen. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 1.069,97 poin (7,16%) ke level 16.022,58, Indeks Hang Seng naik 598,56 poin (3,27%) ke level 18.918,14, Indeks Komposit Shanghai turun 17,30 poin (0,63%) ke level 2.746,20, dan Indeks Straits Times menanjak 70,22 poin (2,76%) ke level 2.610,17.

Neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus USD 50,6 juta pada Januari 2016, dengan ekspor USD 10,50 miliar dan impor USD 10,45 miliar. Pada Januari 2016, neraca perdagangan tercatat surplus USD 50,6 juta. Nilai ekspor Januari 2016 mencapai USD 10,5 miliar, atau turun 11,88% dibandingkan Desember 2015. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor migas turun 14,81% dari US$ 1,30 miliar menjadi USD 1,11 miliar. Sementara ekspor non migas turun 11,52% dari USD 10,62 miliar menjadi USD 9,39 miliar.

Bila dibandingkan Januari 2015, nilai ekspor Indonesia turun 20,72%, karena ekspor Januari 2015 mencapai USD 13,24 miliar. Ekspor terbesar Indonesia adalah lemak dan minyak hewan nabati dengan nilai USD 1,3 miliar, diikuti bahan bakar mineral senilai USD 1,08 miliar.

SUmber : financeroll.com