PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Saham Teknologi dan Kesehatan Bebani Wall Street

Best Profit Futures – Saham AS ditutup sebagian besar lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Pelemahan terbebani oleh penurunan saham kesehatan dan teknologi,

karena para edagang tengah fokus pada harga minyak dan mereka menunggu laporan penjualan ritel pada Jumat.

Saham Apple ditutup melemah dua persen ke level paling rendah sejak Juni 2014. (Best Profit Futures)

“Pasar tampaknya berada pada titik perubahan dan investor mencoba meraba langkah apa selanjutnya,” kata Myles Clouston, direktur senior di Nasdaq Advisory Services dilansir dari CNBC, Jumat (Best Profit Futures)

“Benar-benar ada kekurangan keyakinan di akhir. Tak ada yang mengejar itu lebih tinggi,” imbuhnya.

Indeks saham S&P 500 ditutup lebih rendah, karena penurunan dalam saham kesehatan, teknologi dan industri mengimbangi keuntungan di sebagian besar sektor yang dipimpin oleh telekomunikasi.

Sementara Dow Jones Industrial Average mengambil keuntungan kurang dari 10 persen karena kontribusi dari saham produsen pesawat Boeing, dan Apple memberikan efek yang negatif.(Best Profit Futures)

“Apple bukanlah alasan penurunan. Dia hanya berkontribusi dan memperburuk keadaan,” ujar Chief Market Strategist di FBN Sekuritas, Jeremy Klein.

Harga minyak AS pulih dari penurunan selama perdagangan harian menuju ke level US$ 46,7 per barel. Sebelumnya, West Texas Intermediate sempat berada di level US$ 47, tertinggi sejak November 2015.

Sementara Brent, harga minyak acuan sempat berada di level US$ 48 per barel sebelum akhirnya menetap di US$ 47 pada perdagangan kemarin.

Minyak melanjutkan kenaikannya setelah data pemerintah mingguan menunjukkan persediaan AS turun ke level terendahnya sejak Februari, pemangkasan stok di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade terakhir.

Minyak berjangka November naik sebanyak 1,2 persen di New York setelah menguat 2,9 persen pada Rabu kemarin. Persediaan turun sebesar 6,2 juta barel pekan lalu,

menurut Energy Information Administration. Sebuah survei Bloomberg sebelum laporan memperkirakan kenaikan sebanyak 3,25 juta barel.

Anggota OPEC Arab Saudi dan Iran, yang persaingannya melemahkan kesepakatan mengenai pasokan minyak awal tahun ini, (Best Profit Futures)

bertemu di Wina seminggu sebelum organisasi tersebut mengadakan pembicaraan di Aljazair.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik sebanyak 54 sen ke $ 45,88 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,79 pada 13:29 pagi di Hong Kong.

Kontrak naik $ 1,29 menjadi ditutup di $ 45,34 pada hari Rabu.

Total volume perdagangan sekitar 63 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga memiliki rata-rata sekitar $ 44,80 pada kuartal ini.

Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 53 sen, atau 1,1 persen, ke $ 47,36 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange.

Harga naik 95 sen, atau 2,1 persen, ke $ 46,83 pada hari Rabu. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,47 untuk WTI.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com