PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Kredit Baru di China Makin Seret

Best Profit Futures – Penyaluran kredit baru di China makin seret. Pada April lalu, perbankan China hanya menyalurkan kredit baru sebanyak 555,6 miliar yuan, jauh lebih rendah dari 1,37 triliun yuan di Maret.

Meski kredit baru ini sangat meleset dari target, bank sentral China mengaku tidak akan mengubah kebijakan moneter yang sudah ada saat ini.

The People’s Bank of China (PBOC), menyatakan seretnya penyaluran kredit baru itu lebih kepada faktor musiman saja. Ditambah nilainya itu belum termasuk jumlah refinancing pemerintah lokal. (Best Profit Futures)

“Jika dimasukkan (refinancing pemerintah), di bulan April itu ada lebih dari 900 miliar yuan kredit baru,” kata PBOC dalam situs resminya seperti dikutip CNBC, Senin (16/5/2016).

Angka tersebut setara dengan prediksi para analis. PBOC pun menampik lambatnya penyaluran kredit perbankan ini jadi tanda melemahnya ekonomi China.

Kendati demikian, bank sentral juga menyampaikan adanya perlambatan di sektor obligasi korporasi di April yang nilainya 500 miliar lebih rendah ketimbang posisi Maret.

“Secara keseluruhan, sistem finansial kita masih kuat untuk menyokong perekonomian,” katanya.

“Kebijakan moneter yang ada saat ini tidak berubah,” katanya.

Minyak melanjutkan kenaikannya setelah data pemerintah mingguan menunjukkan persediaan AS turun ke level terendahnya sejak Februari, pemangkasan stok di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade terakhir.

Minyak berjangka November naik sebanyak 1,2 persen di New York setelah menguat 2,9 persen pada Rabu kemarin. Persediaan turun sebesar 6,2 juta barel pekan lalu,

menurut Energy Information Administration. Sebuah survei Bloomberg sebelum laporan memperkirakan kenaikan sebanyak 3,25 juta barel.

Anggota OPEC Arab Saudi dan Iran, yang persaingannya melemahkan kesepakatan mengenai pasokan minyak awal tahun ini,

bertemu di Wina seminggu sebelum organisasi tersebut mengadakan pembicaraan di Aljazair.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik sebanyak 54 sen ke $ 45,88 per barel di

New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,79 pada 13:29 pagi di Hong Kong.

Kontrak naik $ 1,29 menjadi ditutup di $ 45,34 pada hari Rabu. Total volume perdagangan sekitar 63 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga memiliki rata-rata sekitar $ 44,80 pada kuartal ini.

Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 53 sen, atau 1,1 persen, ke $ 47,36 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange.

Harga naik 95 sen, atau 2,1 persen, ke $ 46,83 pada hari Rabu. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,47 untuk WTI. (Best Profit Futures)

Sumber : finace.detik.com