PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Komitmen G20 Dorong Bursa Asia Menguat

Best Profit Futures – Bursa Asia naik karena adanya komitmen dari negara-negara anggota G20 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global. Bursa Jepang, Australia dan juga Selandia Baru terus berada di zona positif.

Mengutip Bloomberg, Senin (29/2/2016), Indeks MSCI Asia pasifik naik 0,6 persen pada pukul 09.54 waktu Tokyo, Jepang. Penguatan pada pembukaan perdagangan kali ini melanjutkan pada pekan lalu yang juga mengalami penguatan. Sektor yang mendorong penguatan bursa Asia adalah sektor saham konsumsi dan juga kesehatan. (Best Profit Futures)

IndeksTopix Jepang naik 1,3 persen. Indeks patokan bursa Jepang tersebut telah menguat dalam tiga hari berturut-turut. Salah satupendorongnya adalah sahamNissan yang melonjak 12 persen.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia juga menguat untuk ketiga kalinya dalam enam hari terakhir. Kenaikan Indeks patokan di Australia tersebut 0,9 persen yang didorong oleh sahamenergi dan pertambangan.

Untuk indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru juga naik 0,4 persen.(Best Profit Futures)

Pendorong kenaikan saham-saham di kawasan Asia tersebut karena adanya kesepakatan dari negara-negara anggota G20 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral sepakat bahwa untuk mencegah ekonomi dunia masuk dalam resesi harus ada stimulus lanjutan.

Pasar saham telah mengalami gejolak yang cukup tinggi sejak awal tahun karena adanya ketakutan akan penurunan ekonomi China yang berdampak besar kepada perekonomian dunia.

“Setiap orang sekarang fokus kepada G20. Setiap komentar yang ada bisa menenangkan pasar saham,” jelas Chief Market Strategist IG Ltd, Melbourne, Australia, Chris Weston. Ia melanjutkan, Bank Sentral Jepang bisa melakukan aksi kecil saat ini untuk mendorong kenaikan inflasi mereka.

Saham Jepang jatuh lebih dari setengah perusahaan pada indeks Topix diperdagangkan tanpa hak untuk pembayaran dividen berikutnya.(Best Profit Futures)

Indeks Topix turun 1,6% menjadi 1,327.19, dan Nikkei 225 jatuh 1,5% ke level 16,426.61 pada sesi istirahat perdagangan di Tokyo, , karena eksportir dan bank memberikan kontribusi untuk penurunan Indeks ekuitas ini. Dari 1.094 saham melanjutkan ex-dividend pada 1966 anggota, menyamai penurunan 11,15 poin. Salah satu perusahaan tersebut adalah Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, perusahaan pemberi pinjaman terbesar kedua di Jepang, jatuh 3,8% termasuk dampak dari ¥75 ($ 0.75) dividen.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com