PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Kebutuhan Lahan Bandara Kulon Progo Bakal Terbatas

Best Profit Futures – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan memastikan Bandara Kulon Progo tetap akan dibangun.

Hanya saja kebutuhan lahannya akan dilakukan efisiensi. Hal ini terkait banyak penolakan yang dilakukan masyarakat sekitar.

Jonan menyampaikan hal itu usai hasil Rapat Terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) dan pejabat terkait lainnya.

“Tidak membuat pengadaan tanah itu besar-besar seperti Bandara Soekarno Hatta yang, tapi pengadaan tanah cukup yang diperlukan saja,

karena bandara ini punya sistem bandara yang dekat dengan Adi Sumarmo Solo dan Adisucipto itu sendiri, jadi alternatif,” kata Jonan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (Best Profit Futures).

Kebutuhan lahan ini akan didiskusikan di level pemerintah provinsi. Yang pasti dalam negosiasi akan melibatkan warga sekitar untuk rencana pengembangan Bandara Kulon Progo, Yogyakarta.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan, pihaknya saat ini tengah merampungkan hasil kesepakatan dengan warga sekitar mengenai proses ganti rugi terkait pembebasan lahan itu.

Sultan mengaku, keputusan ini merupakan bagian dari percepatan rencana pembangunan Bandara Kulon Progo yang diperintahkan Presiden Jokowi.

Mengingat bandara Adi Sutjipto saat ini sudah menampung jumlah yang melebihi kapasitas sebenarnya.

“Kami sudah selesaikan appraisal, kita sudah umumkan 15 April kemarin, di mana nanti tanggal 14 Juni harus bisa diselesaikan musyawarah dengan masyarakatnya,

jadi harga tanah per meternya berapa, nanti tunggu Juni itu,” ujar Sultan.(Best Profit Futures).

Sedangkan Saham Hong Kong Turun Terkait Aksi Profit-Taking

Saham-saham Hong Kong ditutup turun pada hari Jumat, turun lebih rendah oleh saham-saham keuangan dan tertekan akibat pelemahan arus masuk uang di China,

setelah investor mengambil keuntungan dari lonjakan pada hari sebelumnya yang dipicu oleh pendekatan Federal Reserve menaikkan suku bunga AS.

Indeks Hang Seng turun 0,3 persen, ke 23,686.48, sedangkan Indeks China Enterprises kehilangan 1,0 persen, ke 9,796.01 poin.(Best Profit Futures).

Tapi selama seminggu ini, Indeks Hang Seng telah naik 1,5 persen, sedangkan HSCE menguat 2,1 persen.

Sebagian besar sektor turun pada hari Jumat, dengan saham keuangan memimpin penurunan.

Keinginan telah terkekang oleh tanda-tanda bahwa suku bunga China di saham Hong Kong tiba-tiba melemah, setelah aliran yang kuat dan stabil selama bulan lalu.

Pada hari Jumat, hanya 500 juta yuan ($ 74.97 juta) yang mengalir ke Hong Kong dari China daratan melalui Shanghai-Hong Kong Stock Connect,

atau hanya 5 persen dari kuota harian. Selama sebulan terakhir,

sekitar 40 persen dari kuota rata-rata digunakan setiap hari.(Best Profit Futures).

Sumber : liputan6.com