PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Inflasi 2%, Bunga Kredit Nggak Akan Lagi Double Digit

Best Profit Futures – Inflasi menjadi salah satu acuan untuk penentuan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate dan bisa mempengaruhi bunga kredit. Bila inflasi rendah, maka mampu menggiring bunga kredit menjadi lebih rendah.

Direktur Eksekutif, Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, pada 2015 inflasi mencapai 3,35%. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan BI saat awal tahun yang diasumsikan pada rentang 4±1%.

“Harusnya bisa pada rata-rata 0-2% inflasinya. Ini yang ingin kita capai. Karena nanti bunganya nggak perlu tinggi. Bunga kredit nggak akan double digit,” ungkapnya di Hotel Aston, Kupang, Jumat (Best Profit Futures).

Hal ini yang sudah terealisasi pada negara-negara tetangga, dengan inflasi yang terjaga di bawah 2%. Inflasi yang terus menurun, berarti akan mendorong peningkatan daya saing di dalam negeri.

“Inflasi kita masih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga,” sebutnya.(Best Profit Futures).

Salah satu yang harus dibenahi sekarang adalah sistem logistik. Menurut Juda, selama ini hal tersebut menjadi penyebab munculnya lonjakan inflasi. Terutama terhadap pangan.

“Logistik ini terhambat dan memperlambat upaya untuk menurunkan inflasi,” imbuhnya.(Best Profit Futures).

Juda menambahkan, perbaikan sistem logistik juga akan mampu mendorong aktivitas perekonomian lebih tinggi. Ini harus menjadi prioritas di tengah kegiatan ekonomi dari sisi ekspor tidak lagi dapat diandalkan.(Best Profit Futures).

“Kita tahu ekspor sulit untuk didorong seiring dengan perlambatan global. Jadi mau tidak mau kita aktifkan perdagangan dalam negeri, antar daerah. Kalau sistem logistik diperbaiki maka akan meningkatan ekonomi antara daerah,” paparnya.

Sedangkan Saham-saham Jepang merosot, dengan indeks acuan menghapus gain September, seiring meningkatnya sentimen atas gejolak pada perusahaan pemberi pinjaman Jerman Deutsche Bank AG yang terdengar di pasar global.

Indeks Topix turun 1,5% menjadi 1,322.95 pada istirahat perdagangan di Tokyo, menuju penurunan 0,5% bulan ini. saham New York yang terdaftar Deutsche Bank jatuh setelah Bloomberg News melaporkan sekitar 10 hedge fund melakukan bisnis dengan kreditur telah bergerak untuk mengurangi eksposur keuangan mereka. Penurunan mengikuti permintaan dari otoritas AS bahwa Deutsche Bank membayar $ 14 milyar untuk menyelesaikan klaim perusahaan menjual sekuritas berbasis securities mortgage.

Saham-saham Hong Kong merosot, memangkas kinerja kuartalan terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir, karena kekhawatiran mengenai kesehatan pemberi pinjaman terbesar Jerman yang memacu penurunan perusahaan finansial.(Best Profit Futures).

Indeks Hang Seng turun 1,3% pada 10:17 pagi waktu setempat, sehingga memangkass gain sejak akhir Juni hingga 13%. Bank of Communications Co memimpin Indeks perusahaan finansial lebih rendah, turun sebanyak 2,8%. perusahaan properti turun untuk hari kedua, dengan China Resources Land Ltd jatuh ke dua pekan terendah. Indeks perusahaan China yang diperdagangkan di Hong Kong turun 1,3%, sedangkan indeks Shanghai Composite sedikit berubah.

Sumber : detik.com