PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Indeks Saham Jepang Picu Bursa Asia Tertekan

Best Profit Futures – Bursa saham Asia melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Bursa saham Jepang mendorong pelemahan bursa saham Asia seiring yen menguat dan pelaku pasar mengantisipasi hasil pertemuan bank sentral Jepang dan Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik melemah 0,2 persen. Indeks saham Jepang Topix tertekan 0,6 persen pada perdagangan saham untuk hari kedua. Indeks saham Australia/ASX 200 susut 0,1 persen. Indeks saham Selandia Baru/NZX 50 tergelincir 0,2 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi berfluktuasi.

Saham tambang dan bank telah mendorong indeks saham Jepang tertekan. Pelaku pasar menanti hasil pertemuan bank sentral AS/the Federal Reserve dan bank sentral Jepang pada pekan ini. (Best Profit Futures)

Analis memprediksi kalau Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda akan mengumumkan kebijakan stimulus moneter lainnya.

Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan laporan keuangan perusahan Amerika Serikat dan pergerakan harga minyak.(Best Profit Futures)

“Melihat keseluruhan kalau pelaku pasar cenderung wait and see. Ini cukup mudah bagi investor untuk mengambil posisi secara terbatas di bursa saham untuk hadapi sesuatu yang tidak diinginkan akibat kebijakan bank sentral Jepang dan AS,” kata Direktur SMCB Friend Securities Co seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (26/4/2016).

Ekonom ANZ Bank New Zealand Ltd Mark Smith menuturkan kalau bank sentral AS/the federal reserve akan memilih

kata-kata hari secara hati-hati untuk kebijakan moneternya.

Di pasar uang, yen menguat 0,2 persen menjadi 111 per dolar AS setelah naik 0,9 persen pada perdagangan sebelumnya. Dolar Selandia Baru 0,3 persen setelah sejumlah pelaku bisnis, ekonom mengharapkan bank sentral tetap mempertahankan suku bunga.

“Melihat keseluruhan kalau pelaku pasar cenderung wait and see. Ini cukup mudah bagi investor untuk mengambil posisi secara terbatas di bursa saham untuk

hadapi sesuatu yang tidak diinginkan akibat kebijakan bank sentral Jepang dan AS,” kata Direktur SMCB Friend Securities Co seperti dikutip dari laman Bloomberg, (Best Profit Futures)

Ekonom ANZ Bank New Zealand Ltd Mark Smith menuturkan kalau bank sentral AS/the federal reserve akan memilih kata-kata hari secara hati-hati untuk kebijakan moneternya.

Di pasar uang, yen menguat 0,2 persen menjadi 111 per dolar AS setelah naik 0,9 persen pada perdagangan sebelumnya. Dolar Selandia Baru 0,3 persen setelah sejumlah pelaku bisnis, ekonom mengharapkan bank sentral tetap mempertahankan suku bunga.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com