PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; IHSG Berpotensi Gerak di 4.700-4.750

Best Profit Futures – Bursa Amerika ditutup melemah terbatas. Indeks Dow Jones ditutup melemah 8,01 poin (-0,05 %) ke 17.492,93, indeks S&P500 melemah 4,28 poin (-0,2%) ke 2.048,04,

dan Nasdaq melemah 3,78 poin (-0,1%) ke 4.765,78. Sektor energi melemah mengikuti pelemahan harga minyak mentah. Para investor masih menunggu kabar selanjutnya mengenai kenaikan suku bunga.(Best Profit Futures)

Kurangnya sentimen makro ekonomi dan berita menyebabkan perdagangan bursa Amerika menjadi sepi (kurang lebih 3 miliar lembar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange).

Beberapa anggota Federal Reserve Amerika akan berbicara di depan media minggu ini, yang mungkin akan memberikan petunjuk mengenai apa yang akan dilakukan di pertemuan bulan Juni.(Best Profit Futures)

Bursa Eropa ditutup menguat dipicu data kinerja manufaktur di jerman diatas ekspektasi. Bursa China memimpin penguatan di bursa Asia.

Sedangkan bursa Jepang ditutup melemah dipicu penguatan nilai tukar yen. Indeks MSCI Asia Pasifik tidak termasuk Jepang kemarin ditutup menguat +0,66% ke 479,13.

Pagi ini, harga minyak mentah WTI menguat ke 48,14 (+0,82%). Harga minyak mentah Brent melemah ke 48,44 (-0,57%).

Harga CPO untuk kontrak pengiriman bulan Agustus melemah 33 ringgit (-1,31%) ke 2.495 ringgit/ton. Pemicu melemahnya harga CPO adalah penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 31,78 poin (+0,67%) ke 4.743,66. Para investor masih menunggu data ekonomi yang akan dirilis minggu depan mengenai inflasi.

IHSG berpotensi bergerak dalam range 4.700-4.750. Rupiah berpotensi untuk mengalami koreksi ke area suport sekitar Rp 13.350-Rp 13.400/US$.

Technical View:

BCIP berpotensi lanjutkan trend naik. Namun karena penguatan sudah cukup tinggi selama 2 hari terakhir, jika Anda ingin membeli akan lebih low risk di area sekitar 870 sampai dengan 830.
Saham BDMN berada di area support, berpotensi bergerak dalam range 2800-3000-3200.
Saham DOID berada di area suport, range baru 140-165, batasi risiko jika harga bergerak di bawah 140.
Saham GIAA masih boleh buy on weakness, dengan target penguatan pertma di 500, target kedua di 550-600.
Saham INAF menguji resisten 1000, jika breakout akan melanjutkan trend naik.
Saham INDY berpotensi untuk mengalami profit taking jangka pendek, lindungi keuntungan Anda.
Saham ISSP sejak breakout di bulan April (ada di ebook Saham Pilihan Terbaik April 2016) masih berpotensi melanjutkan trend naik dengan target 300-340.
Saham KBLI menguji resisten 200, beli jika terjadi breakout di area 200 akan melanjutkan trend naik.
Saham NRCA menguji resisten 660, berpotensi untuk melanjutkan trend naik jika breakout dari area tersebut.
Saham RALS berpotensi bergerak dalam range 680-750.
Saham RAJA menguji area suport 850, dengan target penguatan jangka pendek di area sekitar 920.
Saham WIKA mengalami teknikal rebound, jika ingin beli untuk lebih low risk di area 2300-2350. Target jangka pendek di area 2600-2700.

Saham lain yang berpotensi aktif antara lain, PANR, PNLF, SMRU, SSTM,

Newsflash:

BMAS akan rights issue 600 juta lembar saham baru atau senilai Rp 204 M. RUPS untuk membahas mengenai right issue pada tanggal 23 Agustus mendatang
MSKY memprediksi nilai rencana private placement sebesari Rp 700 M. Yang sudah pasti mengambil bagian dalam private placement ini adalah induknya BMTR, namun tidak menutup kemungkinan untuk pihak lain untuk turun serta.
MPPA dalam laporan keuangan kuartal 1 2016 yang belum diaudit mencatat kerugian Rp 123.07 M.
RALS menargetkan peningkatan penjualan di tahun 2016 sampai dengan Rp. 8.3 T. Pembukaan 2 outlet baru di Bogor dijadwalkan pada bulan Mei dan di Solo pada bulan Juni.
RANC menargetkan kenaikan pendapatan 12.51% dari tahun lalu atau menjadi Rp 2.15 T. RANC bekerjasama dengan KREN dalam perusahaan patungan bisnis e-commerce.
ROTI akan membagikan dividen Rp 10.61 /lembar saham atau dengan total nilai Rp. 53.698.271.000,-
SRIL akan menerbitkan obligasi dalam denominasi USD senilai USD 420 jt. Dana yang didapat akan digunakan untuk buyback obligasi yang akan jatuh tempo pada 2019 senilai USD 270 jt.

Agenda

24/5 : DLTA Cum Date
25/5 : DLTA Ex Date, SIDO Cum Date, ADMF Cum Date, SRIL Cum Date, SCMA Cum Date, SMGR Recording Date

(Best Profit Futures)

Sumber : finance.detik.com