PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; IHSG Akan Menguat, Cermati 8 Saham Pilihan Ini

Best Profit Futures – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Rilis data ekonomi masih akan mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan pelaku pasar menanti rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal I 2016.

Sentimen rilis data ekonomi itu akan mempengaruhi laju IHSG. Selain itu, harga komoditas juga masih akan mempengaruhi gerak saham emiten.

“Level support IHSG terlihat mulai menguat di level 4.798 dengan target resistance pada level 4.881 yang perlu ditembus untuk perkuat pola kenaikan IHSG,” ujar William dalam ulasannya, Rabu (4/5/2016). (Best Profit Futures)

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan aksi beli saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua telah menyelamatkan IHSG dari penurunan lebih lanjut.

Dengan kondisi itu membuat IHSG mengalami kenaikan ke resistance jangka pendek di 4.875-4.925 kembali terbuka.(Best Profit Futures)

“IHSG akan bergerak di kisaran support 4.810-4.770-4.695 dan resistance 4.875-4.925-5.050-5.200,” kata Yuganur.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham, Yuganur memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),

PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sedangkan William memilih saham PT Astra International Tbk (ASII),

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Wijaya Karya Beton Tbk untuk dicermati pelaku pasar. Secara teknikal ada perbaikan jangka pendek dan menengah

sehingga dapat digunakan untuk akumulasi melanjutkan kenaikan berikutnya ke Rp 995.

Ia merekomendasikan masuk saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) di level pertama Rp 950, level kedua Rp 935, dan cut loss point Rp 925.

Sentimen bisnis Jerman di bulan September naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir terkait tanda-tanda bahwa kekhawatiran korporasi pelonggaran atas

prospek ekonomi dan konsekuensi dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, menurut laporan dari lembaga Ifo yang berbasis di Munich pada hari Senin.

Indeks bisnis Jerman naik ke angka 109,5 dari revisi sebelumnya 106,3. Yang tertinggi sejak Mei 2014. Para ekonom memperkirakan berada di angka 106,3.

Indeks untuk kondisi saat ini meningkat menjadi 114,7, dan harapan untuk peningkatan menjadi 104,5.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com