PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Harga Minyak US$ 30/barel, Penerimaan Negara Anjlok Rp 90 T

Best Profit Futures – Harga minyak dunia yang terus turun memberikan pengaruh terhadap penerimaan negara. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, harga minyak diasumsikan US$ 50 per barel, namun kondisi sekarang berada di kisaran US$ 30 per barel.

Seperti diketahui, total penerimaan dari minyak dan gas bumi (migas) ditargetkan mencapai Rp 120 triliun, meliputi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 78,6 triliun dan pajak penghasilan (PPh) migas Rp 41,4 triliun.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyebutkan, dengan penurunan harga minyak dunia, maka penerimaan migas bisa turun sampai dengan Rp 90 triliun, atau kurang dari target (shortfall) Rp 120 triliun. (Best Profit Futures)

“Kalau harga US$ 30 per barel mungkin bisa turun sampai (shortfall) Rp 90 triliun penerimaannya,” ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Hal tersebut juga sudah mempertimbangkan kondisi produksi minyak dan gas bumi turun dari asumsi awal di APBN,

yaitu minyak sebesar 830.000 barel per hari dan gas sebesar 1,15 juta barel setara minyak per hari.

“Lifting (produksi minyak) sudah kami anggap turun,” ujarnya.

Indeks saham berjangka AS sedikit berubah, setelah kenaikan pada

ekuitas yang menempatkan Indeks S & P 500 berada di jalur untuk penguatan mingguan ketiga.(Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 berjangka yang berakhir pada bulan Desember naik tipis kurang dari 0,1 % ke level 2,163.5 pada pukul 10:28 pagi waktu London.

Indeks acuan kemarin menguat 0,5 %, dengan keuntungan saham minyak dan gas terkemuka, setelah anggota OPEC mencapai kesepakatan awal

untuk memangkas produksi. Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka meningkat 3 poin ke level 18.241 hari ini.

Keputusan pertama pada pengurangan output oleh anggota OPEC

dalam delapan tahun terakhir secara mengejutkan pedagang, yang diharapkan adanya

kesepakatan dan mengirim saham energi mengalami rally terbesar dalam delapan bulan terakhir. Indeks S & P 500 ditutup di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir,

menghapus penurunan bulanan sebanyak 2,1 %. Indeks acuan tersebut naik 0,3 % pada minggu ini, menuju keuntungan terpanjang sejak Juli.(Best Profit Futures)

Sumber : detik.com