PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Harga Minyak Bayangi Laju IHSG

Best Profit Futures – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini didukung dari rilis data ekonomi yang relatif baik.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG masih berkonsolidasi wajar. Laju IHSG dinilai masih menunjukkan gairah

untuk menembus level resistance 4.876 dan support 4.779 yang terjaga cukup kuat.

“Perkembangan harga minyak masih akan mempengaruhi pola gerak IHSG disertai oleh kestabilan ekonomi yang ditunjukkan dengan nilai tukar rupiah menguat

terhadap dolar Amerika Serikat (AS),” ujar William dalam ulasannya, Selasa (8/3/2016).

Ia menambahkan, aliran dana yang terjadi juga menunjukkan masih tingginya antusias investor terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu juga didukung cadangan devisa meningkat juga akan turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG. (Best Profit Futures)

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG masih akan cenderung tertekan. IHSG akan bergerak di kisaran 4.780-4.850 pada Selasa pekan ini.

Lanjar menilai, pergerakan IHSG cenderung tertekan pada perdagangan saham Senin kemarin dengan ditutup turun 0,40 persen ke level 4.831,57 dengan volume cukup tinggi.

Aksi ambil untung dinilai menjadi penyebab tekanan IHSG meski nilai tukar rupiah

terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat mendekati level 13.000 di saat harga harga minyak juga menguat.

“Sektor komoditas menjadi primadona seakan investor berpindah ke sektor yang masih memiliki relatif kinerja rendah namun mencetak pertumbuhaan rata-rata

di atas harapan seperti sektor pertanian dan pertambangan. Investor asing pun masih terlihat melakukan aksi beli Rp 502 miliar,” ujar Lanjar.

Untuk saham pilihan, William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).(Best Profit Futures)

Aksi ambil untung dinilai menjadi penyebab tekanan IHSG meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat mendekati level 13.000 di saat harga harga minyak juga menguat.

“Sektor komoditas menjadi primadona seakan investor berpindah ke sektor yang masih memiliki

relatif kinerja rendah namun mencetak pertumbuhaan rata-rata di atas

harapan seperti sektor pertanian dan pertambangan. Investor asing pun masih terlihat melakukan aksi beli Rp 502 miliar,” ujar Lanjar.

Untuk saham pilihan, William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com