PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Dolar AS Dekati Rp 13.000

Best Profit Futures – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah makin landai. Dolar AS mendekati level Rp 13.000.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Selasa (3/5/2016), dolar AS pagi ini dibuka melemah ke Rp 13.106 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.137. (Best Profit Futures )

Mata uang Paman Sam tersebut kembali bergerak melemah hingga mencapai titik terendahnya pagi ini di Rp 13.101.

Sesaat kemudian, dolar AS perlahan menguat dan mencapai level Rp 13.145.

Hingga pukul 09.20 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.160.

Saham-saham Hong Kong ditutup turun pada hari Jumat, turun lebih rendah oleh saham-saham keuangan dan tertekan akibat pelemahan arus masuk uang di China, setelah investor mengambil keuntungan dari lonjakan pada hari sebelumnya yang dipicu oleh pendekatan Federal Reserve menaikkan suku bunga AS.

Indeks Hang Seng turun 0,3 persen, ke 23,686.48, sedangkan Indeks China Enterprises kehilangan 1,0 persen, ke 9,796.01 poin.

Tapi selama seminggu ini, Indeks Hang Seng telah naik 1,5 persen, sedangkan HSCE menguat 2,1 persen.

Sebagian besar sektor turun pada hari Jumat, dengan saham keuangan memimpin penurunan.

Keinginan telah terkekang oleh tanda-tanda bahwa suku bunga

China di saham Hong Kong tiba-tiba melemah, setelah aliran yang kuat dan stabil selama bulan lalu.

Tapi selama seminggu ini, Indeks Hang Seng telah naik 1,5 persen, sedangkan HSCE menguat 2,1 persen.

Sebagian besar sektor turun pada hari Jumat, dengan saham keuangan memimpin penurunan.

Keinginan telah terkekang oleh tanda-tanda bahwa suku bunga China

di saham Hong Kong tiba-tiba melemah, setelah aliran yang kuat dan stabil selama bulan lalu.

Pada hari Jumat, hanya 500 juta yuan ($ 74.97 juta) yang mengalir ke Hong Kong dari China daratan melalui Shanghai-Hong Kong Stock Connect,

atau hanya 5 persen dari kuota harian. Selama sebulan terakhir, sekitar 40 persen dari kuota rata-rata digunakan setiap hari. (Best Profit Futures )

Sumber : finance.detik.com