PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Dibayangi Data Ekonomi, Rupiah Turun Tipis ke 13.085 per Dolar AS

Best Profit Futures – Nilai tukar rupiah melemah tipis pada perdagangan Selasa pekan ini seiring pelaku pasar mengantisipasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan rilis neraca perdagangan Indonesia.

Mengutip laman Bloomberg, Selasa (15/3/2016), dolar Amerika Serikat (AS) menguat 14 poin menjadi Rp 13.071 dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp 13.057.

Kini posisi dolar AS di kisaran Rp 13.085. Dolar AS bergerak di kisaran Rp 13.065-Rp 13.101 pada perdagangan Selasa siang ini.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah melemah 67 poin ke level 13.087 per dolar AS pada Selasa pekan ini dari posisi kemarin di kisaran 13.020 (Best Profit Futures)

Analis PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova menuturkan, pelaku pasar mengantisipasi rapat bank sentral AS terkait kebijakan suku bunga.

Akan tetapi, sentimen itu tidak terlalu mempengaruhi lantaran nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran 13.050-13.100 per dolar AS.

“Rupiah masih akan volatile tetapi sedikit melemah. Perkembangan hasil pertemuan bank sentral AS tidak terlalu signifikan,” tutur Rully saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, pelaku pasar juga mencermati rilis neraca perdagangan. Diperkirakan ada kemungkinan surplus meski kecil. Rully menuturkan,

bila neraca perdagangan Indonesia surplus maka ada peluang penguatan rupiah.

Di sisi lain, Rully mengatakan cadangan devisa pada Februari naik menjadi US$ 104,54 miliar juga dapat menjadi sentimen positif. (Best Profit Futures)

Rully menilai, saat ini isu sudah bergeser dari kondisi kebijakan suku bunga bank sentral AS menjadi perkembangan ekonomi Indonesia

Saham Jepang jatuh lebih dari setengah perusahaan pada indeks Topix diperdagangkan tanpa hak untuk pembayaran dividen berikutnya.

Indeks Topix turun 1,6% menjadi 1,327.19, dan Nikkei 225 jatuh 1,5% ke level 16,426.61 pada sesi istirahat perdagangan di Tokyo, ,

karena eksportir dan bank memberikan kontribusi untuk penurunan Indeks ekuitas ini. Dari 1.094 saham melanjutkan ex-dividend pada 1966 anggota,

menyamai penurunan 11,15 poin. Salah satu perusahaan tersebut adalah Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, perusahaan pemberi pinjaman terbesar kedua di Jepang, jatuh 3,8% termasuk dampak dari ¥75 ($ 0.75) dividen.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com