PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Dibayangi BI Rate, Dua Sektor Saham Ini Jadi Pilihan

Best Profit Futures – Pengunjung memfoto pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/11). Bursa saham Indonesia kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Penguatan IHSG dapat terjadi bila Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan/BI Rate. (Best Profit Futures)

Analis PT First Asia Capital David Sutyanto menuturkan pelaku pasar mengharapkan BI Rate turun. Bila BI Rate turun maka IHSG dapat melaju signifikan. Sebaliknya bila BI Rate tetap di kisaran 7,25 persen, David memperkirakan IHSG cenderung mendatar. Melihat itu, IHSG akan bergerak di kisaran 4.710-4.820 pada Kamis pekan ini.(Best Profit Futures)

“Sentimen utama dari BI Rate. Harga minyak juga masih mempengaruhi. Ditambah sentimen bursa saham global,” kata David saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG masih betah konsolidasi. Akan tetapi potensi kenaikan IHSG masih besar seiring aliran dana investor asing kembali masih kuat. Hal itu dilihat dari level support terjaga cukup kuat di 4.710 dan target resistance 4.821.(Best Profit Futures)

Analis PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Maret memberikan kepastian investasi. Ini akan membuat Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan BI Rate lagi.

“IHSG akan bergerak di kisaran 4.720-4.630-4.570 dan resistance 4.870-4.970-5.125 pada Kamis pekan ini,” kata dia.

Rekomendasi Saham

Yuganur pun merekomendasikan akumulasi saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua yang sensitif terhadap BI Rate seperti sektor bank dan properti. Saham-saham yang menjadi pilihannya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sedangkan William memilih saham WSKT, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Pakuwon Tbk (PWON).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Waskita Karya Tbk untuk dicermati pelaku pasar. Pola perbaikan dalam jangka pendek dan menengah dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya di resistance psikologis Rp 2.075.

Ia merekomendasikan masuk saham PT Waskita Karya Tbk di level pertama Rp 1.925, level kedua Rp 1.825, dan cut loss point Rp 1.725.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com