PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Bursa Tokyo Lanjutkan Penurunan

Best Profit Futures – Indeks bursa Jepang melanjutkan pergerakannya di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa. Indeks Topix melemah 0,49% menjadi 1.394,95 setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,52% ke level 1.394,51.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 turun 0,41% menjadi 17.368,15 setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,46% di level 17.358,56.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. turun 0,83%, diikuti oleh saham Softbank Group Corp. yang melemah 0,59%, Tokyo Electron Ltd. yang turun 0,70%, dan saham Toyota Motor Corp.

dengan penurunan sebesar 0,87%. Pada perdagangan Senin kemaren, bursa saham Jepang ditutup melemah sejalan dengan penantian investor akan keputusan kebijakan suku bunga acuan bank sentral di Jepang dan AS. (Best Profit Futures)

Bank of Japan (BoJ) dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada tanggal 27-28 April 2016 untuk membahas penentuan tingkat suku bunga negatif Jepang (BoJ rate).

Dari 41 analis yang terdaftar di konsensus Bloomberg, sejumlah 33 analis atau sekitar 80,48% memperkirakan BoJ rate akan ditetapkan di level minus 0,1%.

Pada saat yang sama, bank sentral AS The Federal Reserve juga akan menggelar FOMC meeting pekan ini. The Fed diprediksikan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya (Fed Rate) di level saat ini 0,50%.(Best Profit Futures)

Saham Nikkei Jepang rata-rata turun ke level terndah 7-1/2 pekan pada Selasa pagi ini setelah saham AS terkoreksi, sementara

investor bersikap hati-hati menunggu debat presiden AS pertama antara Hillary Clinton dan Donald Trump.

Nikkei turun sebanyak 1,5% menjadi 16,299.84 pada awal perdagangan, setelah menyentuh serendah 16,285.41, yang merupakan level terendah sejak 5 Agustus

Indeks Topix melemah 1,5% menjadi 1,315.40 dan Indeks JPX Nikkei 400 turun 1,6% menjadi 11,780.70.

Sentimen bisnis Jerman di bulan September naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir terkait tanda-tanda bahwa

kekhawatiran korporasi pelonggaran atas prospek ekonomi dan konsekuensi dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, menurut laporan dari lembaga Ifo yang berbasis di Munich pada hari Senin.

Indeks bisnis Jerman naik ke angka 109,5 dari revisi sebelumnya 106,3. Yang tertinggi sejak Mei 2014. Para ekonom memperkirakan berada di angka 106,3.

Indeks untuk kondisi saat ini meningkat menjadi 114,7, dan harapan untuk peningkatan menjadi 104,5.(Best Profit Futures)

Sumber : financeroll.com