PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Bursa Asia Melemah, Nikkei Turun 1,3 Persen

Best Profit Futures – Bursa Asia langsung tertekan pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Pelaku pasar menunggu data penjualan ritel Australia dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Kamis (2/6/2016), Indeks Nikkei Jepang melemah 1,32 persen di awal perdagangan, meneruskan pelemahan sebesar 1,62 yang dibukukan pada perdagangan sehari sebelumnya. Nilai tukar yen Jepang menguat terhadap dolar AS. Penguatan yen ini memberikan dampak negatif kepada bursa saham Jepang.

Kekawatiran akan ekonomi global masih menjadi dasar bagi investor untuk melakukan transaksi. “Banyak yang mengumpulkan yen sebagai instrumen save haven dan mendorong mata uang tersebut menguat,” jelas AngusNicholson, analis IG. (Best Profit Futures )

Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka turun 0,23 persen. Penurunan yang cukup tinggi dibukukan oleh sektor keuangan dan aneka industri yang tergelincir 0,37 persen dan 0,3 persen.

Untuk indeks Kospi Korea Selatan bergerak mendatar.

Para pelaku pasar cenderung fokus pada data penjualan ritel Australia yang akan keluar pada Kamis ini. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu data tenaga kerja AS yang akan menjadi dasar perhitungan Bank Sentral AS untuk menjalankan kebijakan moneter.

Di AS sendiri pada penutupan perdagangan Rabu, Dow Jones Industrial Averange (DJIA) naik 2,47 poin atau 0,01 persen ke angka 17.789,67. Di sesi awal perdagangan, indeks saham Dow Jones sempat melemah 122 poin karena memang volume transaksi di pasar saham Amerika Serikat (AS) rendah dalam beberapa hari terakhir.

Indeks S&P 500 naik 2,37 poin atau 0,11 persen ke angka 2.099,33. Sedangkan Indeks Nasdaq menguat 4,20 poin atau 0,08 persen ke angka 4.952,25.

Saham-saham di sektor konsumsi membukukan kenaikan tertinggi dan kemudian disusul dengan saham-saham di sektor kesehatan.(Best Profit Futures )

Minyak menghentikan kenaikannya pada spekulasi bahwa melimpahnya persediaan global akan bertahan di tengah meningkatnya pasokan dari AS ke Nigeria.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah menguat 0,6 persen Senin kemarin. Produksi Nigeria mencapai 1,75 juta barel per hari dan akan terus naik setelah upaya pemerintah dan gencatan senjata dengan militan memungkinkan beberapa produksi untuk memulai kembali,

Menteri Perminyakan Negara tersebut Emmanuel Kachikwu mengatakan. stok minyak mentah AS mungkin meningkat 3,13 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah, Rabu besok.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir Selasa, berada di $ 43,22 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 8 sen. Harga naik 27 sen ke $ 43,30 per barel pada Senin kemarin. Total volume perdagangan sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Kontrak November yang lebih aktif turun 13 sen ke $ 43,73 pada 08:14 pagi di Hong Kong.

Brent untuk pengiriman November turun 4 sen ke $ 45,91 di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga menguat 18 sen, atau 0,4 persen, ke $ 45,95 per barel pada Senin.

Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 2,18 untuk WTI pengiriman November.(Best Profit Futures )

Sumber : liputan6.com