PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; BI: Penerapan Tax Amnesty Bakal Bikin Rupiah Perkasa

Best Profit Futures – Bank Indonesia (BI) memperkirakan rupiah akan menguat Rp 150 pada tahun ini dan Rp 120 rupiah di 2017,

usai pemerintah menerapkan pengampunan pajak (tax amnesty). Penguatan rupiah disebabkan adanya aliran dana masuk atau repatriasi.

“Nilai tukar semakin kuat Rp 150 tahun 2016 d‎an Rp 120 di 2017,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saat rapat koordinasi dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (Best Profit Futures).

Dia mengatakan, dana repatriasi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dana repatriasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 persen di 2016 dan 0,3 persen di 2017.

“Tambahan penerimaan pajak masuknya repatriasi akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Dengan tambahan

penerimaan pajak akan ada pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 persen 2016 dan 0,3 persen 2017‎,” dia menjelaskan.

Agus memaparkan, potensi dana masyarakat yang di luar negeri sebesar Rp 3.147 triliun menurut Global Financial Integrity. Dana tersebut merupakan dana yang untuk kegiatan ilegal. (Best Profit Futures)

Dari situ, Agus bilang dana repatriasi yang terjadi diperkirakan hanya Rp 560 triliun dan potensi pajak sebesar Rp 53,4 triliun.

“Program pengampunan pajak akan menambah penerimaan pajak pemerintah Rp 53,4 triliun. Berdasarkan asumsi dapat implementasikan Juni hingga Desember 2016,” tutup dia.

Minyak turun karena spekulasi berlimpahnya pasokan global akan bertahan di tengah meningkatnya pasokan dari Nigeria dan Libya hingga AS.

Minyak berjangka turun 1,2 persen di New York setelah naik 0,6 persen pada hari Senin. Produksi minyak Nigeria diperluas menjadi 1,75 juta barel per hari dan

akan terus naik setelah pemerintah menjangkau para militan dan melakukan gencatan senjata yang memungkinkan untuk memulai lagi beberapa produksi,

Menteri Negara Petroleum Emmanuel Kachikwu mengatakan. Libya telah menaikkan produksi menjadi 450.000 barel per hari karena beberapa ladang minyak kembali beroperasi,

menurut National Oil Corp. Cadangan minyak mentah AS mungkin meningkat 3,13 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis data dari pemerintah pada hari Rabu. (Best Profit Futures)

Minyak telah berfluktuasi sejak mengalami reli di bulan Agustus terhadap spekulasi pertemuan OPEC dan Rusia di Aljir minggu depan akan mencapai kesepakatan untuk menstabilkan pasar.

Anggota OPEC dekat dengan kesepakatan, menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sedangkan sekretaris jenderal kelompok tersebut mengatakan pertemuan

luar biasa adalah mungkin jika para menteri mencapai konsensus. Aljazair mendesak para produsen minyak untuk melakukan potongan 1 juta barel per hari.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir pada hari Selasa, berada di $ 42,77 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 53 sen, pada pukul 13:46 siang di London.

Harga WTI pada hari Senin menguat 27 sen menjadi $ 43,30. Total volume perdagangan di hari Selasa adalah sekitar 19 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak teraktif untuk bulan November turun 54 sen, atau 1,2 persen, ke $ 43,32.

Minyak Brent untuk pengiriman November turun 56 sen, atau 1,2 persen, ke $ 45,39 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London,

dan diperdagangkan lebih besar $ 2,09 dari WTI untuk bulan yang sama. Minyak mentah acuan global naik 18 sen menjadi $ 45,95 per barel pada hari Senin. (Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg