PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; BI Dorong Perbankan Tingkatkan Penyalurkan Kredit ke UMKM

Best Profit Futures – Bank Indonesia (BI) mendorong bank agar melakukan sejumlah kredit ke pelaku usaha sebanyak mungkin termasuk pada UMKM.

Kepala Departemen UMKM BI, Yunita Resmi Sari mengatakan, UMKM merupakan salah satu pemeran utama dalam perekonomian nasional, baik dilihat dari sumbangan PDB dan dari unit usahanya.

Sebagai pelaku utama di perekonomian nasional, lanjut Sari, seharusnya perbankan melihatnya sebagai suatu tingkat kepentingan yang sama untuk menyalurkan kreditnya. (Best Profit Futures)

“Namun kami melihat bahwa bank masih memberikan kredit ke UMKM masih terbatas yakni masih 19,3% pada posisi Maret 2016.

Makanya kami mendorong bank agar bisa lebih gencar memberikan kredit ke UMKM,” ujar Sari pada Minggu (22/5/2016).(Best Profit Futures)

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, di Indonesia pangsa pasar kredit UMKM terahadap PDB hanya sebesar 7,1%, padahal negara China sudah berada di angka 50,5% ke PDB.

Sementara Thailand sebesar 36,6% dan Korea Selatan sebesar 35,8%.

Jadi memang kredit UMKM menjadi salah satu motor penggerak di negara berkembang dan menengah ke atas. Sebab itu, BI mendorong agar bank terus gencar menyalurkan

Minyak turun karena spekulasi berlimpahnya pasokan global akan bertahan di tengah meningkatnya pasokan dari Nigeria dan Libya hingga AS.

Minyak berjangka turun 1,2 persen di New York setelah naik 0,6 persen pada hari Senin. Produksi minyak Nigeria diperluas menjadi 1,75 juta

per hari dan akan terus naik setelah pemerintah menjangkau para militan dan melakukan gencatan senjata yang memungkinkan untuk memulai lagi beberapa produksi,

Menteri Negara Petroleum Emmanuel Kachikwu mengatakan. Libya telah menaikkan produksi menjadi 450.000 barel per hari karena beberapa ladang minyak kembali beroperasi,

menurut National Oil Corp. Cadangan minyak mentah AS mungkin meningkat 3,13 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis data dari pemerintah pada hari Rabu.

Minyak telah berfluktuasi sejak mengalami reli di bulan Agustus terhadap spekulasi pertemuan OPEC dan Rusia di Aljir minggu depan akan mencapai kesepakatan untuk menstabilkan pasar.

Anggota OPEC dekat dengan kesepakatan, menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro,

sedangkan sekretaris jenderal kelompok tersebut mengatakan pertemuan luar biasa adalah mungkin jika para menteri mencapai konsensus.

Aljazair mendesak para produsen minyak untuk melakukan potongan 1 juta barel per hari.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir pada hari Selasa, berada di $ 42,77 per barel di New York Mercantile Exchange,

turun 53 sen, pada pukul 13:46 siang di London. Harga WTI pada hari Senin menguat 27 sen menjadi $ 43,30. Total volume perdagangan di hari Selasa adalah sekitar 19 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Kontrak teraktif untuk bulan November turun 54 sen, atau 1,2 persen, ke $ 43,32.(Best Profit Futures)

Minyak Brent untuk pengiriman November turun 56 sen, atau 1,2 persen, ke $ 45,39 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London,

dan diperdagangkan lebih besar $ 2,09 dari WTI untuk bulan yang sama. Minyak mentah acuan global naik 18 sen menjadi $ 45,95 per barel pada hari Senin.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg

Sumber : sindonews.com