PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Aksi Jual Investor Asing Tekan Laju IHSG

 Best Profit Futures – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tertekan pada perdagangan Selasa (14/6/2016).

Analis PT Lanjar Nafi mengatakan, ‎IHSG melemah pada perdagangan saham kemarin sebanyak 40,83 poin ke level 4.807,23. Aksi jual bersih investor asing menekan laju IHSG.

“Aksi jual investor sangat terasa. Hampir semua sektor mengalami pelemahan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 409, 81 miliar,” kata dia.

Pelemahan IHSG sejalan dengan pelemahan bursa Asia. Lanjar mengatakan, pelemahan bursa Asia karena kekhawatiran keluarnya Inggris dari Uni Eropa. (Best Profit Futures)

Tak hanya itu, bursa Asia juga tertekan imbas dari penjualan ritel di China yang melambat.‎ “Tingkat investasi asing melemah di China dengan penjualan ritel yang melambat.

Nilai tukar Yen pun menguat menjadi yang terkuat sejak 2014 berhasil mengirim bursa saham di Jepang turun lebih dalam‎,” tambah dia.

Lanjar memperkirakan IHSG berada pada support 4.770 dan resistance 4.825 pada perdagangan saham Selasa pekan ini. ‎

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak variatif. PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.786 dan resistance 4.850.

Riset PT Bahana Securities menyebutkan IHSG akan bergerak variasi dengan kecenderungan melemah. “IHSG akan bergerak di kisaran 4.780-4.820,” tulis PT Bahana Securities.

Sedangkan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran 13.250-13.350 per dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk pilihan saham, PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)

Sedangkan Saham AS Melemah Seiring Kewaspadaan Investor Terhadap Pertumbuhan

Saham AS melemah untuk memangkas kenaikan mingguannya karena investor menunggu pertemuan The Fed pekan depan, dengan indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang tidak merata di ekonomi terbesar dunia.

Sektor perbankan dan produsen energi membebani dalam penurunan tajam di Jumat ini, dengan minyak mentah yang jatuh ke level terendahnya satu bulan. Sentimen yang memburuk pada pemberi pinjaman Deutsche Bank AG memicu aksi jual di bank-bank Eropa setelah menolak Departemen Kehakiman yang menawarkan untuk menyelesaikan probe terikat sekuritas berbasis gadai sebesar $ 14 miliar.

Oracle Corp turun 4,8 persen setelah pendapatan kuartalannya meleset dari perkiraan. Intel Corp naik 3 persen setelah menaikkan proyeksi penjualan.

Indeks S & P 500 turun 0,4 persen ke 2,139.08 pada 16:00 sore di New York,

dalam perdagangan yang berat di tengah acara kuartalan yang dikenal sebagai quadruple,

ketika kontrak berjangka dan opsi pada indeks dan saham individu berakhir.

Sumber : liputan6.com