PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; 5 CEO dengan Gaji Terkecil di Dunia

Best Profit Futures – Seorang CEO memiliki pendapatan yang tinggi, bahkan selalu menjadi topik pembicaraan bila merupakan pemimpin dari perusahaan terkenal. Uang yang mereka hasilkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan karyawan biasa.

Namun ternyata, tidak selalu seperti itu. Menurut USA Today, Kamis (5/5/2016), sembilan CEO yang menjalankan perusahaan di indeks S&P 1500 berpenghasilan kurang dari US$ 50.000 atau sekitar Rp 662 juta (estimasi kurs 13.240 per dolar AS) pada tahun lalu.

Parahnya, lima dari mereka hanya mendapatkan US$ 1 atau setara Rp 13.240 bahkan tidak sama sekali. Padahal, gaji rata-rata dalam kepemimpinan indeks paling tidak adalah US$ 5,4 juta selama 2015. (Best Profit Futures)

Faktanya, gaji sebesar US$ 1 jarang ditemukan, tetapi bisa saja terjadi ketika CEO ingin menginvestasikannya dalam perusahaan. Selain itu, ada juga bentuk lain dari pekerjaan yang hanya terbayarkan apabila memiliki kemajuan.

Meskipun begitu, CEO yang membawa pulang gaji sedikit atau tidak sama sekali bukannya mereka yang tinggal di pedesaan. Karena meski perusahaan tidak menghasilkan, mereka masih punya investasi di tempat lain. (Best Profit Futures)

Misalnya, CEO Alphabet Larry Page yang selama 5 tahun terakhir ini hanya mendapatkan US$ 1 per tahun. Namun, karena memiliki 42 juta saham, atau 6 persen dari perusahaannya, maka pada akhirnya, dia tidak begitu terpuruk.

Melansir dari Time.com, berikut adalah daftar 5 CEO yang dibayar rendah pada tahun 2015 (Best Profit Futures)

5. Larry Page, Alphabet (Google): US$ 1 (Rp 13.240)

4. James Truchard, National Instruments: US$ 1 (Rp 13.240)

3. John Mackey, Whole Foods: US$ 1 (Rp 13.240)

2. David Liniger, RE/MAX: US$ 0 (Rp 0)

1. Kosta Kartsotis, Fossil Group: $0

Saham-saham Hong Kong ditutup turun pada hari Jumat, turun lebih rendah oleh saham-saham keuangan dan tertekan akibat pelemahan arus masuk uang di China,

setelah investor mengambil keuntungan dari lonjakan pada hari sebelumnya yang dipicu oleh pendekatan Federal Reserve menaikkan suku bunga AS.

Indeks Hang Seng turun 0,3 persen, ke 23,686.48, sedangkan Indeks China Enterprises kehilangan 1,0 persen, ke 9,796.01 poin.

Tapi selama seminggu ini, Indeks Hang Seng telah naik 1,5 persen, sedangkan HSCE menguat 2,1 persen.

Sebagian besar sektor turun pada hari Jumat, dengan saham keuangan memimpin penurunan.

Keinginan telah terkekang oleh tanda-tanda bahwa suku bunga China di saham Hong Kong tiba-tiba melemah, setelah aliran yang kuat dan stabil selama bulan lalu.

Pada hari Jumat, hanya 500 juta yuan ($ 74.97 juta) yang mengalir ke Hong Kong dari China daratan melalui Shanghai-Hong Kong Stock Connect, atau hanya 5 persen dari kuota harian. Selama sebulan terakhir, sekitar 40 persen dari kuota rata-rata digunakan setiap hari. (Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com