PT Best Profit Futures Surabaya

Berantas ‘Banjir’ Gula Impor Jadi PR Berat Jokowi-JK

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Harga gula lokal di dalam negeri anjlok ke titik terendah yaitu di Rp 7.800/kg, harga ini bahkan di bawah harga patokan petan

i (HPP) sebesar Rp 8.500/kg. Anjloknya harga gula lokal disebabkan serbuan gula rafinasi impor dan tingginya impor raw sugar.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengungkapkan ada sejumlah pekerjaan rumah berat bagi pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla

(JK) yaitu menahan laju peredaran gula impor di dalam negeri. Salah satunnya mengendalikan impor raw sugar (gula mentah) yang merupakan bahan baku gula rafinasi (gula industri).

“Biar bagaimana pun kebijakan ke depan yang harus dilaksanakan adalah misalnya impor raw sugar itu dilarang atau dicabut kuotanya sebelum dia (importir)

menyerap gula lokal,” ungkap Rusman saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (BEST PROFIT FUTURES).

Selain itu, pemerintah mendatang juga diminta untuk menghitung kembali total kebutuhan gula, untuk rumah tangga maupun industri di dalam negeri.

Jangan sampai izin kuota impor gula yang diberikan jauh lebih tinggi dari kebutuhan sehingga masuk ke pasar tradisional. (BEST PROFIT FUTURES).

“Jadi membuat kebijakan harus begitu,” imbuhnya.

Rusman juga menganggap wajar anjloknya harga gula lokal di tingkat petani. Hal ini karena stok gula lokal menumpuk dan tidak bisa diserap secara maksimal.

Rusman mencatat sok gula lokal petani sampai sekarang masih tersisa 1,4 juta ton, dari kebutunan gula di dalam negeri 5,2 juta ton per tahun.

Menurutnya masyarakat sekarang lebih memilih gula rafinasi impor karena kualitas yang lebih bagus dan harga yang lebih murah. (BEST PROFIT FUTURES).

“Di lain pihak saya anggap masih terlalu longgar impor raw sugar yang pada akhirnya gula rafinasi ya nggak apa-apa kalau memang diserap di industri bukan ke masyarakat.

Persoalannya siapa yang mau awasi. Gula lokal sekarang banyak yang tidak terserap. Mungkin begini bisa jadi gula rafinasi ini lebih murah,” jelasnya.

 “Di lain pihak saya anggap masih terlalu longgar impor raw sugar yang pada akhirnya gula rafinasi ya nggak apa-apa kalau memang diserap di industri bukan ke masyarakat.

Persoalannya siapa yang mau awasi. Gula lokal sekarang banyak yang tidak terserap. Mungkin begini bisa jadi gula rafinasi ini lebih murah,” jelasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com