PT Best Profit Futures Surabaya

BBM Naik November, Inflasi Meroket ke 8,47%

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang akan diberlakukan pada November 2014,

akan menjadi salah satu alternatif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah diminta segera menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Keberanian pemerintah di bidang energi sangat ditunggu,” ungkap ekonom

Bank Mandiri, Destry Damayanti, kala ditemui di Jakarta, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

Selain itu, penyesuaian harga lebih awal juga akan lebih menguntungkan dari sisi inflasi.

“Kenaikan pada November ini akan mendorong inflasi hingga 8,47 persen

di akhir 2014, dan akan kembali terkendali pada besaran 5,22 persen,” jelas dia.

Dia menjelaskan, adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, akan menjadi opsi untuk menekan besaran defisit pada neraca transaksi berjalan. (BEST PROFIT FUTURES).

Besaran defisit pada akhir 2014 diproyeksikan mencapai 3,13 persen

dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) di 2013, dan akan mencapai 2,74 persen di 2015.

Menurut dia, dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi akan membuat ekonomi Indonesia tumbuh 5,23 persen pada 2014, dan 5,10 persen pada 2015.

Sedangkan, kenaikan harga BBM di awal 2015 memunculkan inflasi 2015 (BEST PROFIT FUTURES).

mencapai 8,84 persen. Sedangkan defisit neraca transaksi berjalan, akan mencapai 2,67 persen dari PDB.

Namun,bila dilihat dari sisi moneter terkait Bank Indonesia dianggap berusaha

realistis dengan menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin seiring dengan kenaikan harga BBM.

“Ini untuk beri sinyal ke pasar. BI rate akan flat sampai akhir 2015,” tutupnya.

  (BEST PROFIT FUTURES).

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas Pharma

Inc mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor (BEST PROFIT FUTURES).

mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan gain sebesar 0,1 persen.

Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc,

dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com