PT Best Profit Futures Surabaya

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Jokowi Bicara ‘Kartu Sakti’ sebagai Presiden

Bawaslu mengkaji pidato Joko Widodo mengenai program ‘kartu sakti’ yang ia sampaikan sebagai presiden. Pengkajian itu dilakukan Bawaslu untuk mengecek dugaan pelanggaran pada penyampaian program itu.  BEST PROFIT

“Kita kaji itu, karena harus jelas pak Jokowi sebagai presiden atau capres pada saat itu,” ujar Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja kepada wartawan, Rabu (6/3/2019).  PT BESTPROFIT FUTURES

Bagja menjelaskan jika program yang disampaikan Jokowi itu program yang sudah digagas lama, maka pidato tersebut sah-sah saja tidak ada pelanggaran. Namun, jika ‘kartu sakti’ yang Jokowi sampaikan merupakan program baru, maka pidato itu berpotensi melanggar aturan kampanye.  PT BESTPROFIT

Dia juga meminta para capres agar berhati-hati dalam kampanyenya. Dia juga meminta Jokowi selaku capres petahana berhati-hati saat menyampaikan programnya.

Ketiga kartu sakti yang disampaikan Jokowi antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Ketiga program ini rencananya baru akan dieksekusi jika Jokowi kembali terpilih menjadi presiden. Dalam suatu kesempatan, Jokowi berbicara mengenai KIP Kuliah sebagai presiden.

“Tahun depan akan ada KIP Kuliah yang bisa digunakan untuk di perguruan tinggi,” lanjutnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tepatnya dalam Pasal 274 menyebutkan visi-misi dan program masuk sebagai bentuk materi kampanye. Sedangkan dalam PeraturanKPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018, tepatnya di Pasal 24, disebutkan bila kampanye di televisi baru dapat dilakukan 21 hari sebelum masa tenang, yaitu tiga hari sebelum hari pemungutan suara 17 April 2019.

Sumber: Detik