PT Best Profit Futures Surabaya

Banyak Perusahaan Leasing Rugikan Negara

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Bank Indonesia (BI) telah mengatur fungsi debt collector pada sebuah perusahaan pembiayaan.

Namun, masih banyak debt collector dari perusahaan finance mengambil paksa, bahkan dengan terkadang dengan kekerasan.

Kordinator Pembaharuan Hukum dan Peradilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Padang, Wendra Rona Putra, mengatakan dari hasil investigasi Sumatera Barat, tiap tahun permasalahan tentang debt collector bertambah terus.

“Berdasarkan data dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang menunjukkan peningkatan kasus sengketa dengan pihak leasing,

pada 2009 ada sebanyak 20 kasus, 2010 ada 22 kasus, pada 2011 sebanyak 26 kasus, 2012 ada 48 kasus, 2013 ada 65 kasus, dan sampai November tahun ini, ada 47 kasus,” kata dia di Padang, Sumatera Barat.

Menurut staf LBH Padang, Rudi Cahyadi, hasil investigasi yang dilakukan, ternyata dalam membuat

surat perjanjian antara leasing dengan masyarakat, sudah melanggar UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.(BEST PROFIT FUTURES)

“Di dalam sudah tertera bahwa pelaku usaha tidak boleh melakukan klausul baku. Selain itu dari segi kepastian hukum sudah melanggar hak-hak konsumen,

dalam membuat surat perjanjian seharusnya di hadapan akta notaris, yang terjadi tidak ada, paling di kantor leasing atau di rumah konsumen,” ujarnya.

Selain itu, pihak leasing juga jarang mendaftarkan sertifikat jaminan fidusia pada Kanwil Hukum dan Ham,

setiap pendaftaran fidusia di bawah transaksi Rp50 juta, maka pihak leasing membayar Rp50 ribu. (BEST PROFIT FUTURES)

“Di sinilah kerugian negara, berapa banyak transaksi yang dilakukan pihak kredit kendaraan dalam sehari, alasannya mereka jika itu

didaftarkan akan mengurangi pemasukan, padahal dari transaksi itu bisa menambah pendapatan negara non-pajak,” ujarnya.

Dari data BPSK dari 40 perusahaan leasing di Kota Padang ini, hanya 30 perusahaan leasing yang mendaftarkan sertifikat jaminan fidusia pada Kanwil Hukum dan Ham Sumatera Barat.(BEST PROFIT FUTURES)

“Itu pun tidak seluruhnya mendaftarkan transaksinya, paling dalam sebulan ada tiga sampai lima kali

mendaftarkan transaksinya, padahal transaksi yang dilakukan perusahaan finance tiap hari ada,” katanya.

 (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com