PT Best Profit Futures Surabaya

Bantahan Total Pendiri Kaskus soal Beli Gedung yang Jadi Kasus

Pendiri komunitas daring Kaskus, Andrew Darwis terseret dalam persoalan jual-beli gedung di Jakarta Selatan. Andrew dituduh melakukan pemalsuan dokumen berupa sertifikat gedung dan pencucian uang. BEST PROFIT

Pelapor, Titi Sumawijaya Empel menjelaskan kasus ini bermula saat dirinya terlibat pinjam-meminjam uang senilai Rp 15 miliar dengan seorang pria berinisial DW. DW disebut-sebut adalah tangan kanan Andrew Darwis.

“Kronologinya, saya pinjam-meminjam dengan Saudara DW. Dia itu tangan kanan Andrew Darwis. Dari awal itu dikomunikasikan dengan agennya si Ti dan Gi bahwa uang tersebut adalah sumbernya dari Andrew Darwis,” kata Titi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Titi merasa tertarik untuk meminjam dana tersebut lantaran nama besar Andrew yang selalu disebut-sebut oleh DW. Titi pun menyepakati pinjam-meminjam uang itu. Titi hanya dikenakan bunga 1 persen dari pinjaman tersebut. PT BESTPROFIT FUTURES

Pinjaman itu terjadi pada November 2018. Titi diberi tenggat 13 tahun untuk mengembalikan pinjamannya itu. Titi saat itu meminjam Rp 15 miliar, akan tetapi baru Rp 5 miliar yang diserahkan kepadanya.

Dalam perjanjian pinjam-meminjam itu, Titi menyerahkan sertifikat gedung di Jalan Raya Panglima Polim, Jakarta Selatan. Gedung itu kini digunakan sebagai tempat karaoke.

Namun, 3 minggu setelah Titi meminjam uang, tepatnya Desember 2018, sertifikat gedung yang dijadikan sebagai agunan berubah nama atas nama Susanto Tjiputra, yang mengaku sebagai direktur keuangan Andrew.

“Dia memalsukan surat, yaitu kuasa jual dari saya ke Susanto. Nyatanya saya nggak jual dan nggak buat kuasa jual dalam waktu sesingkat itu ke Saudara Susanto,” tegas Titi. PT BESTPROFIT

Titi menuding nama-nama yang disebutnya itu adalah sebuah sindikat. Sebab, pengalihan kepemilikan gedung yang diagunkan itu terjadi begitu cepat setelah dirinya meminjam uang tersebut.

“Pinjam-meminjam ini harusnya 13 tahun dan biasanya founder itu kalau sampai balik nama itu biasanya orang itu tidak membayar utangnya. Ini belum juga berjalan setahun, belum juga berjalan sebulan, 3 minggu sudah dibalik nama. Jadi ini diduga memang sindikat,” sambungnya.

Setelah dibalik nama menjadi Susanto, sertifikat itu terakhir berganti nama jadi milik Andrew Darwis. Titi tahu hal itu setelah mengeceknya ke kantor BPN. Sertifikat itu pun diketahuinya sudah diagunkan ke sebuah bank.

“Jadi memang kalau itu sudah positif dijaminkan lagi oleh Andrew Darwis kurang-lebih dia cair Rp 18 M menurut penyidik di kepolisian,” ucapnya. BESTPROFIT

Sumber : Detik