PT Best Profit Futures Surabaya

Banding Pajak Asian Agri Ditolak

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan bahwa Majelis Pengadilan Pajak telah menolak pengajuan

banding pajak kurang bayar yang dilakukan oleh PT Mitra Unggul Pusaka selaku anak usaha Asian Agri.

“Berdasarkan dari putusan yang dibacakan hakim ketua dari tujuh sengketa yang diajukan banding dinyatakan ditolak,” tutur

Kasubdit Banding dan Gugatan I Direktorat Keberatan dan Banding I Max Darmawan di Jakarta,Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

Keputusan tersebut, membuat Mitra Unggul Pusaka berkewajiban melunasi penuh tunggakan pajak dan sanksi yang diberikan oleh DJP sekitar Rp48 miliar.

Lebih lanjut Darmawan menjelaskan, jika ingin mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak, maka PT Mitra Unggul Pusaka (BEST PROFIT FUTURES).

memiliki kewajiban untuk membayarkan terlebih dahulu tunggakan pajak minimal 50 persen dari yang dibebankan.

“Karena syarat formal kalau mau mengajukan banding putusan DJP, jalan satu-satunya ke Pengadilan Pajak, itu syaratnya harus bayar 50 persen dari Rp 48 miliar tadi,” ujarnya.

Sementara itu, tunggakan pajak yang harus dibayarkan oleh

PT Mitra Unggul Pusaka merupakan hasil sengketa pajak perusahaan yang terjadi pada tahun 2002 hingga tahun 2005.

Sehingga melalui keputusan berikut,kata Darmawan,

hingga kini dari total 14 anak usaha Asian Agri telah terdapat empat anak usaha yang telah diketahui putusan bandingnya.

Adapun, empat anak usaha yang sudah dibacakan putusannya tersebut meliputi PT Raja Garuda Mas Sejati, PT Rigunas Agri Utama, dan PT Gunung Melayu.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan

komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey

Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku

bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama,

sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo,

setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74,

setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://economy.okezone.com