PT Best Profit Futures Surabaya

Bakrie Plantation Cari Investor untuk Perbaiki Pabrik

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) sedang mencari investor baru, terkait rencana revitalisasi pabrik oleokimia yang diperkirakan menelan biaya hingga USD50 juta atau sekira Rp 600 miliar.

Direktur Utama PT Bakrie Sumatra Plantation, Iqbal Zainuddin, mengungkapkan bahwa penyelesaian revitalisasi pabrik oleokimia

di bawah naungan entitas perusahaan, PT Domba Mas, ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun mendatang. (BEST PROFIT FUTURES)

“Kami perlu investor baru untuk penyelesaian revitalisasi pabrik oleokimia secara bertahap selama tiga tahun ke depan, dengan estimasi biaya USD50 juta,” tuturnya usai paparan publik di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Iqbal menjelaskan, dari enam pabrik yang sebelumnya diakuisisi dari entitas Grup Agri International Resorces Pte Ltd (AIRPL), masih terdapat lima pabrik yang belum beroperasi.

Sementara itu, satu pabrik fatty alcohol (PT Domas Agrointi Prima) telah beroperasi,

Fatty Acid I berkapasitas 33.000 metric ton (MT)

per tahun dan Fatty Acid II berkapasitas 100.000 MT per tahun. Sedangkan,

lima pabrik sisanya, di antaranya pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO refinery) berkapasitas 464.000 MT.

Sebagaimana diketahui, sejak diakuisisi pada 2010 lalu, unit bisnis oleokimia

belum berkontribusi sama sekali terhadap kinerja keuangan perusahaan selama (BEST PROFIT FUTURES)

periode sembilan bulan pertama tahun 2014. Iqbal berkilah pabrik-pabrik tersebut sudah lama

sekali mangkrak dan tengah dikaji oleh tim teknis terkait technical asasment dan persiapan produksi.

Pada kuartal-III 2014, UNSP mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp417 miliar atau naik 60 persen

dari Rp 260 miliar setahun lalu dan penjualan Rp 2,028 triliun atau naik 41 persen dari Rp 1,439 triliun setahun lalu.

Minyak sawit mentah menjadi kontributor terbesar (67,7 persen), diikuti karet (21,9 persen) dan sisanya dari penjualan plasma sawit dan inti sawit.

Pada kuartal-III 2014, UNSP mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp417 miliar atau naik 60 persen

dari Rp 260 miliar setahun lalu dan penjualan Rp 2,028 triliun atau naik 41 persen dari Rp 1,439 triliun setahun lalu.

Minyak sawit mentah menjadi kontributor terbesar (67,7 persen), (BEST PROFIT FUTURES)

diikuti karet (21,9 persen) dan sisanya dari penjualan plasma sawit dan inti sawit.

Sumber dari http://economy.okezone.com