PT Best Profit Futures Surabaya

Background Prabowo Dieksploitasi untuk Menggembosi

Best Profit Futures – Sangat mudah menebak para pihak yang memainkan isu Babinsa (Bintara Pembina Desa) berpihak ke salah satu capres selama sepekan ini. Bukan hanya isu ini, tapi juga beberapa aksi teror yang terjadi.

“Ini di luar kepatutan dan pasti permainan salah satu pendukung calon presiden. Prabowo sudah membantah hal itu karena dia tak punya kekuatan mengerahkan jaringan TNI, ” kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. (Best Profit Futures)

“Menurut saya, Prabowo pasti tahu aturan dan tidak mungkin menciderai penyelenggaraan Pilpres 2014 ini. Prabowo adalah mantan prajurit tempur yang punya sikap terbuka, jujur, apa adanya. Kalau prajurit intelijen itu cenderung suka merekayasa, membentuk opini dengan segala cara,” kata Syahganda.

Menurutnya, kuat dugaan yang melakukan teror-teror ini adalah lawan politik Prabowo. “Saya tahu siapa yang melakukan itu, tapi tak mau menyebut nama. Lawan politik Prabowo di sana banyak para ahli strategi dan ahli intel. Amat mudah bagi mereka untuk melakukan kontra intelijen,“ kata Syahganda.

Pada kubu Jokowi, memang terdapat jenderal mantan kepala BIN dan ahli intelijen. “Adanya purnawirawan dan beberapa perwira tinggi yang mendekat ke PDIP memperkuat sinyalemen bahwa memang ada beberapa TNI ingin mendekat partai itu,” kata Syahganda. (Best Profit Futures)

Pada bulan Maret  santer diberitakan Panglima TNI Moeldoko menemui Ketua Umum PDIP Megawati. Saat itu Moeldoko beralasan akan pembahas pengamanan calon Presiden, padahal capresnya saja belum ada.  “Lagi pula, apa relevansinya membahas pengamanan capres dengan Megawati sedangkan hal itu tidak dilakukan dengan Wiranto, Aburizal Bakrie atau Prabowo,” tanyanya.

“Moeldoko masih saja mengelak bahwa pertemuan itu untuk sosialisasi Grup D Paspamres yang baru dibentuk untuk amankan keluarga mantan Presiden. Bila demikian kenapa Habibie dan keluarga Gus Dur tidak ditemui? “ lanjut Syahganda.

Di sisi lain menurut Syahganda, keterlibatan Babinsa ini paling tidak mencoreng nama TNI. Karena, menurutnya, Babinsa merupakan organ TNI paling depan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan rakyat. Tapi babinsa masih diperlukan oleh TNI sampai saat ini. Mereka dibekali skill khusus bersosislisasi dengan warga setempat. Secara organik, seorang Babinsa berada di bawah kendali Komando Rayon Militer. Koramil sendiri merupakan struktur teritorial TNI untuk tingkat Kecamatan. (Best Profit Futures)

Karenanya, tudingan atau berupa kekuatiran atas pengerahan Babinsa kepada Prabowo menjadi janggal dan naif, lebih lagi Prabowo merupakan figur yang berorientasi terhadap kualitas pemilu bersih, demokratis, serta tanpa disertai praktik kecurangan yang dapat menodai pelaksanaannya.

“Prabowo, memang berasal dari latar belakang militer. Latar belakang inilah yang hendak dieksploitasi untuk menggembosi Prabowo. Kita lihat, Prabowo semakin lama semakin mendapat simpati dan dukungan dari rakyat luas, “ kata Syahganda menutup pembicaraan.

  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://pemilu.okezone.com