PT Best Profit Futures Surabaya

ASEAN Prihatin Karena Ketegangan Laut Cina Selatan

BEST PROFIT FUTURES – Para pemimpin Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menyampaikan kekhawatiran mengenai ketegangan yang terus meningkat di wilayah Laut Cina Selatan.

Vietnam dan Filipina dilaporkan meminta agar ASEAN mengeluarkan pernyataan leibih keras dan dukungan kepada kedua negara itu dalam konfrontasi melawan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Namun dalam pernyataan akhir dalam penutupan Pertemuan Puncak di Myanmar, Minggu (11/05), para pemimpin negara-negara ASEAN tidak sampai menyebut Cina. (Best Profit Futures)

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, menyerukan kepada para kepala negara ASEAN untuk memprotes keputusan Cina memindahkan anjungan pengeboran minyak ke wilayah perairan yang diklaim oleh Vietnam.

Sehari sebelumnya para menteri luar negeri ASEAN menyampaikan “kekhawatiran mendalam mengenai perkembangan yang terjadi”. (Best Profit Futures)

Pemerintah Vetnam hari Minggu mengizinkan demonstrasi anti-Cina meskipun biasanya pihak berwenang melarang unjuk rasa.

Sebelumnya Vietnam menuduh Klik kapal-kapal Cina menabrakKlik kapal patroli Vietnam ketika kapal Vietnam berusaha menuju anjungan pengeboran minyak.

Beijing memperingatkan Vietnam untuk menarik kapal-kapalnya dari wilayah yang dipertikaikan setelah terjadi tabrakan itu. (Best Profit Futures)

Minyak rebound dari penutupan terendah dalam delapan minggu karena OPEC mengatakan membuat upaya diplomatik terakhir menuju mengamankan kesepakatan untuk membatasi produksi dan menstabilkan harga.

Minyak berjangka naik sebanyak 2,2 persen di New York setelah jatuh 4,3 persen pada tiga sesi sebelumnya. Qatar, Aljazair dan Venezuela memimpin mendesak untuk menyelesaikan kesepakatan,

sementara Arab Saudi, Irak dan Iran telah berselisih mengenai bagaimana membagi pemotongan hasil yang disepakati pada pertemuan bulan September di Algiers,

menurut sebuah delegasi yang akrab dengan pembicaraan. Cadangan minyak mentah AS diperkirakan akan menguat untuk minggu ketiga, menurut survei Bloomberg sebelum data dari pemerintah, hari Rabu.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik sebanyak 94 sen menjadi $ 44,26 per barel di New York Mercantile Exchange,

dan berada di $ 44,11 pada pukul 13:56 siang di Hong Kong. Kontrak WTI turun 9 sen menjadi $ 43,32 pada hari Senin, penutupan terendah sejak 19 September. Total volume perdagangan sekitar 86 persen di atas rata-rata 100-hari. Harga WTI turun 1,5 persen pada pekan lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari naik sebanyak 85 sen, atau 1,9 persen, ke $ 45,28 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak Brent turun 32 sen menjadi $ 44,43 pada hari Senin, penutupan terendah sejak 10 Agustus. Minyak acuan global untuk pengiriman Januari diperdagangkan lebih besar 42 sen dari WTI.

Sumber dari www.bbc.co.uk