PT Best Profit Futures Surabaya

AS Bantah Umumkan Perang, Pernyataan Korut Dinilai Tak Masuk Akal

PT BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Amerika Serikat ( AS) mengatakan, tuduhan Korea Utara ( Korut) bahwa AS sudah menyatakan perang merupakan hal yang tidak masuk akal.

Penegasan itu disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, Selasa (26/9/2017) di Washington DC, AS.

Menurut dia, AS “belum menyatakan perang terhadap Korut dan anggapan itu jelas mustahil”. PT BESTPROFIT

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan tersebut setelah Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong Ho, mengatakan bahwa

“seluruh dunia seharusnya tahu betul bahwa AS-lah yang pertama-tama menyatakan perang terhadap Korut”.

“Terkait dengan pernyataan perang yang dikeluarkan Trump ini, maka semua opsi sekarang ada

di tangan pemimpin Korut,” tambahnya usai Sidang Umum PBB di New York, Senin (25/9/2017). BESTPROFIT

Ri mengatakan, militer Korut sekarang berhak untuk menembak jatuh pesawat-pesawat pengebom AS walaupun pesawat tersebut berada di luar wilayah udara Korut.

Menlu Korut mengatakan hal itu sebagai tanggapan atas kicauan Presiden AS Donald Trump bahwa jika Korut terus saja mengeluarkan ancaman, maka pemerintah Korut takkan bertahan lama. BEST PROFIT

Korsel tabah

Setelah Korut menyatakan berhak menembak pesawat-pesawat pengebom AS, Gedung Putih selanjutnya memperingatkan Pyongyang untuk menghentikan provokasi.

Seruan senada juga dikeluarkan oleh Pentagon. “Jika Korut tidak menghentikan aksi-aksi provokatif, Anda tahu, kami

akan memastikan bahwa kami memberikan berbagai opsi kepada presiden untuk menangani Korut,” kata juru bicara Pentagon, Robert Manning.

Korea Selatan (Korsel), yang secara teknis masih berperang dengan Korut sejak 1950-an, menyerukan “

ketajaman dan ketabahan” dalam menghadapi yang disebut sebagai provokasi terus menerus oleh Pyongyang.

Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha, mengatakan kerja sama antara Korsel dan AS sangat penting di tengah ketegangan ini.

Oleh karenanya, ia meminta pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah

“eskalasi ketegangan, atau bentrokan militer tanpa sengaja di kawasan yang dapat berkembang di luar kontrol”.

Sumber : Kompas