PT Best Profit Futures Surabaya

Angin Positif Koalisi Mulai Sambangi Pasar Saham

BEST PROFIT FUTURES – Peta kekuatan siapa yang menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) dari pasangan calon presiden (capres)

baik Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto memang masih tanda tanya. Namun cawapres untuk Prabowo sudah menyeruak yakni Hatta Rajasa walaupun belum ada deklarasi resmi.

Pelaku pasar modal nampaknya hanya ingin mengetahui konsep-konsep yang jelas dari peta

kekuatan politik ini yang akan berdampak kepada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah.

Research Departement Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, mengatakan penting bagi suatu negara untuk

memberikan konsep pemerintahan yang jelas dan hubungan kerjasama antar negara. Namun, efek kejelasan peta politik, tentunya akan berdampak bagus walau sifatnya sementara dan tidak besar. (Best Profit Futures)

“Baik ke nilai tukar maupun ke IHSG, sedangkan efek yang lebih besar adalah dikarenakan karena situasi

aman dan kondusif , itu yang akan mendorong,” ungkap dia kepada Okezone di Jakarta, Senin(19/5/2014).

William menambahkan, walaupun capres sudah jelas, namun belum terlihat konsepnya mau seperti apa, seharusnya itu yang lebih penting.

“Karena siapa pun yang menjabat sebelum terpilih seharusnya masyarakat layak dan wajib tahu, jadi tidak memilih sesuatu yang masih terlihat chasing-nya aja,” tegas dia.

Menurut dia, para calon presiden tersebut harus

memaparkan apa yang akan dilakukan nantinya, sehingga rakyat bisa pertimbangkan jauh hari.

“Jadi sebenarnya fokus yang baik adalah pada konsep kerja yang akan dijalankan nantinya, bukan fokus kepada apa dan siapa nanti yang pimpin,

fokus pada konsep serta hubungan baik dengan negara lain,” tukas dia. (Best Profit Futures)

Minyak rebound dari penutupan terendah dalam delapan minggu karena OPEC mengatakan membuat

upaya diplomatik terakhir menuju mengamankan kesepakatan untuk membatasi produksi dan menstabilkan harga.

Minyak berjangka naik sebanyak 2,2 persen di New York setelah jatuh 4,3 persen pada tiga sesi sebelumnya. Qatar, Aljazair dan Venezuela

memimpin mendesak untuk menyelesaikan kesepakatan, sementara Arab Saudi, Irak dan Iran telah berselisih mengenai bagaimana membagi pemotongan hasil yang disepakati pada pertemuan bulan September di Algiers,

menurut sebuah delegasi yang akrab dengan pembicaraan.

Cadangan minyak mentah AS diperkirakan akan menguat untuk minggu ketiga, menurut survei Bloomberg sebelum data dari pemerintah, hari Rabu.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik sebanyak 94 sen menjadi $ 44,26 per barel di New York Mercantile Exchange,

dan berada di $ 44,11 pada pukul 13:56 siang di Hong Kong. Kontrak WTI turun 9 sen menjadi $ 43,32 pada hari Senin, penutupan terendah sejak 19 September.

Total volume perdagangan sekitar 86 persen di atas rata-rata 100-hari. Harga WTI turun 1,5 persen pada pekan lalu. (Best Profit Futures)

Minyak Brent untuk pengiriman Januari naik sebanyak 85 sen, atau 1,9 persen, ke $ 45,28 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent turun 32 sen menjadi $ 44,43 pada hari Senin, penutupan terendah sejak 10 Agustus. Minyak acuan global untuk pengiriman Januari diperdagangkan lebih besar 42 sen dari WTI.

Sumber dari http://economy.okezone.com