PT Best Profit Futures Surabaya

Akses Bank Syariah Masih Kecil di RI

Best Profit –  Bank Indonesia (BI) memaparkan bahwa akses likuiditas bank syariah saat ini lebih banyak ditempatkan di luar negeri. Hal itu dikarenakan instrumen syariah yang ada di Indonesia masih sedikit, masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia.

“Akses bank konvensional sebesar Rp270 triliun, sementara bank syariah hanya Rp16 triliun. Berarti memang kue-nya masih kecil. Tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh,” ungkap Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.   (Best Profit)

Menanggapi hal itu, BI menerbitkan instrumen bagi bank syariah, seperti SBI Syariah, Fasbi Syariah, dan termasuk funding valas meski tidak semua bisa disalurkan untuk kredit.

Dan belum lama ini BI juga menerbitkan Term Deposit Valas Syariah (TD Valas). “Aset perbankan syariah di Indonesia saat ini masih kalah jika dibandingkan perbankan konvensional. Bank syariah juga belum mencapai target aset di atas 5 persen terhadap total aset industri,” jelasnya.   (Best Profit)

Meskipun demikian, Mirza optimistis industri perbankan syariah Indonesia masih akan tumbuh lebih besar. Namun hal itu tergantung perbankan mengembangkan instrumen pendanaannya.

“Pasti bisa tumbuh. Tapi itu tergantung bagaimana perbankan syariah bisa menerbitkan instrumen-instrumen pendanaan,” tukas dia.

   (Best Profit)

Dolar berada di dekat level tertingginya sejak Maret setelah mengalami kenaikan terhadap semua mata uang utama pasar negara berkembang pada bulan lalu di tengah meningkatnya kepercayaan kepada Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Indeks Spot Dollar Bloomberg raih kinerja terbaiknya sejak Oktober 2008, melonjak 2,2 % seiring probabilitas berbasis pasar dari pengetatan kebijakan moneter Fed pada akhir Desember naik menjadi lebih dari 70 % dari sebelumnya dibawah 60 % pada akhir September. Data hari Senin menunjukkan pembelian konsumen AS meningkat dibulan September, yang terbesar dalam tiga bulan terakhir karena pendapatan bertambah, mendukung kasus untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi.  (Best Profit)

Indeks dolar Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, sedikit berubah pada pukul 09:09 pagi waktu Tokyo. Pada tanggal 28 Oktober, menyentuh level tertinggi sejak 16 Maret. Dolar stabil berada di level ¥ 104,84 dan di level $ 1,0969 per euro.

Sumber dari http://economy.okezone.com