PT Best Profit Futures Surabaya

Airbus Berhasil Salip Boeing di 2014

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Persaingan sengit antara pabrikan pesawat terbang Airbus dan Boeing masih terus berlangsung. Tahun ini, dalam hal penjualan pesawat, siapa yang jadi juaranya?

Airbus berhasil berada di posisi teratas dalam pesanan pesawat komersial.

Pabrikan pesawat yang bermarkas di Prancis ini berhasil membukukan 1.456 pesanan pesawat sepanjang 2014,

kalah tipis dengan Boeing yang berhasil membukukan sebanyak 1.432 pesanan pesawat.

Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (14/1/2015).

Pertumbuhan pengiriman dari dua raksasa pesawat ini diprediksi naik sekira enam persen. Sebagai pusat penerbangan, (BEST PROFIT FUTURES)

pertumbuhan kebutuhan armada pesawat di Asia terbilang sangat tepat. Analis memperkirakan permintaan tersebut mungkin terjadi akibat dari penurunan harga minyak.

Saat ini, Airbus tengah bersiap meluncurkan pesawat terbarunya 30 pesawat Airbus Superjumbo A380.

Pesawat ini merupakan pesawat model masa depan yang menjadi trik Airbus untuk kembali menang di industri pesawat dunia.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak

Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu, Administrasi Informasi Energi melaporkan.

Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok. Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS, menurut Goldman Sachs Group Inc.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor

Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September, akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang. (BEST PROFIT FUTURES)

Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong.

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni,

total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu.

Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI.

Sumber dari http://economy.okezone.com