PT Best Profit Futures Surabaya

Air Minum Bersih di Jakarta Tak Boleh Berhenti

Best Profit Futures – Direktorat Pengembangan Air Minum, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat kondisi pemerintah Pusat maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta  sangat dilematis terkait ke putusan Gubernur Nomor 1231 tahun 2014 soal pengelolaan air bersih di Jakarta.

Jika kerjasama dihentikan secara sepihak, maka investasi harus dibagikan secara merata dan ini jelas merugikan pihak pemerintah. Namun begitu, PU akan turun membantu seandainya pengambil alihan saham terjadi seperti diamanatkan melalui SK Gubernur.  (Best Profit Futures)

“Pada prinsipnya yang menguntungkan rakyat akan menjadi concern utama kami meskipun harus berhadapan dengan pihak swasta International,” imbuh Dirhen Pengembangan Air Minum, Hilwan, di Jakarta.

Senada dengan Hilwan, mewakili PAM Jaya, Rudi Eko juga ingin saat ini terjadi perubahan yang smooth.

“PAM Jaya ingin memperkecil risiko. Kalau kebijakan privatisasi masih mungkin berjalan,

kita menginginkan pengambil alihan saham namun begitu kami tidak mau menanggung resiko sendiri,” ujar Rudi.

Sementara itu Emanuelle Lubina dari Kebijakan Pelayanan Publik memberikan beberapa opsi bagi permasalahan privatisasi air di Indonesia. Pertama, PT Palyja meneruskan kontraknya hingga 2022.  (Best Profit Futures)

Namun, opsi ini akan menuai kontroversi karena dalam kinerjanya  Palyja selalu menuai masalah. Kedua, melalui Reprivatisasi,

dimana kerjasama dengan Palyja diakhiri dan diserahkan kepada  Jakpro yang melanjutkan hingga akhir masa kontrak 2022.

“Tapi pada tahun depan semua tahu jika Jakpro akan Go Public. Karenanya orientasi Jakpro maupun Palyja jelas memiliki orientasi bisnis yang paling utama dibandingkan kepada kesejahteraan masyarakatnya,” tukasnya.

   (Best Profit Futures)

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan yang kuat

kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. Lebih dari 500 perusahaan pada indeks

acuan akan dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba, yang akan diumumkan pada hari Senin.

Yen menguat terhadap dolar untuk hari kedua setelah FBI mengatakan pada Jumat itu menemukan e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton.  (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen,

menurut sebuah jajak pendapat dari ABC News / Washington Post. Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung

mendukung pengungkapan terbaru Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey, sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar,

mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini. Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada Senin ini,

termasuk Honda Motor Co, Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com/