PT Best Profit Futures Surabaya

Ada 76 Bank Bermodal Cekak di Indonesia

Best Profit –  Jumlah perbankan di Indonesia terbilang banyak mencapai 119 bank. Dari angka tersebut, terdapat 76 bank di Indonesia memiliki keterbatasan modal dan profitabilitas yang rendah. Bank-bank tersebut membutuhkan peningkatan modal dan perbaikan kinerja.

Pengamat senior bidang ekonomi dan perbankan Aviliani mengungkapkan, atas bank-bank inilah konsolidasi menjadi hal penting. Sebab, diprediksi bakal muncul berbagai persoalan jika bank-bank berkinerja buruk itu dibiarkan.

“Konsolidasi perlu dilakukan. Perbankan kita jumlahnya banyak. Banyak juga bank-bank yang modalnya terbatas jadi perlu peningkatan

modal dan perbaikan kinerja,” kata Aviliani saat acara seminar ‘Konsolidasi Perbankan Menghadapi MEA 2020,’ di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman di berbagai negara, kelompok perbankan baru yang terbentuk hasil konsolidasi perlu memiliki struktur modal yang lebih kuat dan aset yang lebih besar. (Best Profit)

Saat ini, dia menyebutkan, terdapat 8 bank yang memiliki modal di atas Rp 10 triliun dan 100 bank yang memiliki modal di bawah Rp 10 triliun

yaitu 10 bank bermodal Rp 5-10 triliun, 6 bank bermodal Rp 3-5 triliun, 31 bank bermodal Rp 1-3 triliun, dan 54 bank bermodal di bawah Rp 1 triliun.

“Kalau asing dibatasi 40% apakah kita bisa memenuhi permodalan. Kalau menolak asing dari mana donk permodalan kita. Asing boleh masuk tapi dengan berbagai persyaratan, mungkin asas resiprokal juga harus ada,” terang dia.

  (Best Profit)

Dolar berada di dekat level tertingginya sejak Maret setelah mengalami kenaikan terhadap semua mata uang utama pasar negara berkembang pada

bulan lalu di tengah meningkatnya kepercayaan kepada Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Indeks Spot Dollar Bloomberg raih kinerja terbaiknya sejak Oktober 2008, melonjak 2,2 % seiring probabilitas berbasis pasar dari pengetatan kebijakan moneter

Fed pada akhir Desember naik menjadi lebih dari 70 % dari sebelumnya dibawah 60 % pada akhir September.

Data hari Senin menunjukkan pembelian konsumen AS meningkat dibulan September,

yang terbesar dalam tiga bulan terakhir karena pendapatan bertambah, mendukung kasus untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Indeks dolar Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, sedikit berubah pada pukul 09:09 pagi waktu Tokyo.

Pada tanggal 28 Oktober, menyentuh level tertinggi sejak 16 Maret. Dolar stabil berada di level ¥ 104,84 dan di level $ 1,0969 per euro. (Best Profit)

Sumber dari http://finance.detik.com/