PT Best Profit Futures Surabaya

3 Faktor yang Topang Ekonomi RI 2015

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi 2015 bisa mencapai level 5,4-5,8 persen. Pasalnya, dengan kenaikan bahan bakar minyak

(BBM) bersubsidi telah membuat pemerintah mempunyai banyak anggaran untuk membangun infrastruktur.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa faktor yang akan menopang pertumbuhan ekonomi tersebut.

Pertama, pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut adalah karena membaiknya ekspor.

Dia memperkirakan ekspor Indonesia pada tahun depan bisa tumbuh sebesar 4 persen.

“Kedua, program-program bantuan pemerintah itu bisa disalurkan, sehingga kenaikan harga atau penurunan daya beli itu bisa

dikompensasi sehingga konsumsi swasta bisa tumbuh lebih tinggi,” paparnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (BEST PROFIT FUTURES).

Ketiga adalah karena relokasi anggaran yang tahun ini cukup sulit bisa mendorong belanja barang dan belanja operasional dari pemerintah,

sehingga konsumsi dan investasi pemerintah bisa naik.”Sehingga hal tersebut bisa mendorong investasi swasta,” tambahnya. (BEST PROFIT FUTURES).

“Hal ini dengan cara menjaga likuiditas serta makroprudensialnya, sehingga bauran kebijakan untuk inflasi bisa terkendali, current account defisit bisa turun,

dan pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 5,4-5,8 persen,” tukasnya.

Saham China naik ke level enam minggu tertinggi sebelum rilis data ekonomi termasuk

produk domestik bruto dan output industri.

Indeks Shanghai Composite naik 0,4 %, dengan saham teknologi dan energi mendapatkan keuntungan. Indeks Hang Seng menguat 0,1 %,

dipimpin oleh Bank of East Asia Ltd China Life Insurance Co turun 1,9 % dalam kinerja terburuk pada hari Rabu setelah perusahaan memperkirakan bahwa keuntungan dalam sembilan bulan pertama jatuh sebesar 60 % karena menurunnya pendapatan investasi.

Ekonomi China kemungkinan meningkat 6,7 % pada kuartal terakhir, kuartal ketiga berturut-turut dengan laju yang sama, menurut rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis.

Ukuran luas negara tersebut dalam kredit baru melampaui perkiraan pada bulan September, menurut data yang menunjukkan hari Selasa, pinjaman yang kuat akan terus membantu menstabilkan perekonomian.

Pembiayaan agregat China adalah 1,72 triliun yuan ($ 255 miliar) bulan lalu, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg senilai 1,39 triliun yuan.

Angka-angka yang dirilis setelah penutupan pasar ekuitas China daratan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com/