PT Best Profit Futures Surabaya

2017, Pabrik Sagu Perhutani Berproduksi Penuh

Best Profit Futures – Perum Perhutani menyatakan pabrik sagu yang terletak di Kais, Sorong Selatan, Papua Barat akan beroperasi pada Maret 2015.

Di mana, kapasitas penuh pabrik tersebut sebesar 30.000 ton per tahun.

Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto mengatakan, pabrik sagun Perhutani pada Maret 2015 tidak bisa sekaligus berproduksi 30.000 ton per tahun.

“2015 berproduksi 25 persen, 2016 50 persen, dan 2017 baru full produksi 30.000 ton per tahun,” kata Bambang kepada wartawan di Pabrik Sagu Perhutani, Kais, Sorong Selatan, Papua (4/9/2014).  (Best Profit Futures)

Bambang menambahkan, Perhutani membangun pabrik sagu tersebut di atas lahan seluas 15.000 hektar dan telah mendapatkan restu dari pemerintah Papua dan juga pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN.

“Perhutani siap dan terus mengembangkan pabrik sagu untuk memenuhi kebutuhan nasional,” tambahnya.

Tidak hanya itu, untuk memaksimalkan produksi sagu. Perum Perhutani pun akan melakukan kemitraan dengan warga sekitar Papua.

Pasalnya, hutan sagu yang berada di Papua merupakan hutan sagu terbesar di dunia.

“Karena pohon sagu itu ada masa hidupnya, ketika saat panen tidak cepat ditebang, maka tumbuh bunga dan tidak bisa dipanen,” tukasnya.

   (Best Profit Futures)

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan yang

kuat kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. Lebih dari 500 perusahaan pada indeks acuan akan

dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba, yang akan diumumkan pada hari Senin. Yen menguat terhadap dolar untuk hari kedua setelah FBI mengatakan pada

Jumat itu menemukan e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton.  (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen, menurut sebuah jajak

pendapat dari ABC News / Washington Post. Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung mendukung pengungkapan terbaru

Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey, sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar,

mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini. Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada Senin ini,

termasuk Honda Motor Co, Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com/